Cara Menyusun Perencanaan Pembelajaran Mendalam Sesuai Permendikdasmen No. 13/2025
3 Oktober 2026 · 6 menit baca

Kekhawatiran yang paling sering terdengar di ruang guru setiap kali ada regulasi baru adalah satu: 'Apakah kita harus menyusun puluhan lembar dokumen dari nol lagi?' Dari RPP satu lembar, berkembang menjadi Modul Ajar Kurikulum Merdeka yang tebal, dan kini hadir Perencanaan Pembelajaran Mendalam lewat Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025. Wajar jika banyak pendidik merasa lelah secara administratif.
Namun, jika kita membaca esensi regulasi terbaru ini secara cermat, arah perubahannya justru ingin membebaskan guru dari jebakan tumpukan kertas. Semangat utama dari pembelajaran mendalam (deep learning) adalah mengembalikan fokus guru ke interaksi nyata di kelas, bukan menghabiskan malam untuk menyalin-tempel template yang jarang dibaca kembali saat mengajar.
Prinsip Utama: Mindful, Meaningful, dan Joyful
Sebelum menulis dokumen, penting untuk memahami tiga pilar utama yang ditekankan dalam Permendikdasmen 13/2025. Perencanaan yang Anda susun harus merefleksikan suasana belajar yang Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menyenangkan (Joyful).
Berkesadaran berarti kegiatan belajar dirancang agar siswa sadar akan alasan mengapa mereka mempelajari suatu topik, bukan sekadar menerima instruksi satu arah. Bermakna menuntut keterkaitan materi dengan pengalaman hidup nyata siswa di lingkungan sekitar mereka. Sementara itu, menyenangkan memastikan terciptanya rasa ingin tahu dan kenyamanan psikologis tanpa tekanan hafalan yang kaku.
3 Komponen Inti yang Wajib Ada dalam Dokumen
Anda tidak perlu lagi menyusun dokumen berlembar-lembar yang rumit. Format resmi perencanaan pembelajaran kini disederhanakan menjadi tiga komponen inti yang saling mengunci:
1. Tujuan Pembelajaran yang Terukur: Rumusan kompetensi dan lingkup materi yang ingin dicapai siswa. Pastikan tujuan ini menggunakan kata kerja operasional yang realistis untuk diobservasi pada fase perkembangan siswa Anda.
2. Langkah-Langkah Pembelajaran: Alur kegiatan konkret yang terbagi ke dalam pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan inti wajib mencerminkan eksplorasi konsep dan nalar kritis siswa, bukan sekadar guru membacakan materi.
3. Asesmen Pembelajaran: Rencana penilaian yang terbagi menjadi asesmen awal (diagnostik kesiapan), asesmen formatif (umpan balik berkala saat kegiatan berlangsung), dan asesmen sumatif sederhana untuk mengukur ketercapaian tujuan.
Miskonsepsi: Semakin Tebal Bukan Berarti Semakin Baik
Salah satu kesalahpahaman umum saat supervisi sekolah adalah anggapan bahwa dokumen yang baik harus tebal dan sarat lampiran teoritis. Pada praktiknya, dokumen setebal 30 halaman justru sering menyulitkan guru saat berada di depan kelas.
Perencanaan yang efektif adalah dokumen kerja yang hidup: ringkas, mudah dipahami langkah-langkahnya dalam sekali pandang, dan fleksibel disesuaikan jika kondisi kelas berubah. Regulasi baru justru mengapresiasi dokumen ringkas asalkan alur berpikir antara tujuan, aktivitas, dan asesmennya selaras.
Menyusun Format Resmi Tanpa Buang Waktu Bersama Kawan Ajar
Tantangan terbesar guru biasanya bukan pada ide mengajarnya, melainkan waktu berjam-jam yang terbuang untuk merapikan tabel, menyesuaikan fase kurikulum, dan mengetik ulang kop surat resmi sekolah.
Kawan Ajar hadir untuk menyelesaikan beban mekanis tersebut. Melalui sistem cerdas yang dirancang patuh pada Permendikdasmen No. 13/2025, Anda cukup memilih fase dan topik pembelajaran. Sistem akan langsung menyusun rancangan Perencanaan Pembelajaran Mendalam yang komprehensif, terstruktur dengan alur Mindful-Meaningful-Joyful, dan terintegrasi dengan rubrik asesmennya.
Hasil akhirnya bukan sekadar tampilan layar, melainkan dokumen Microsoft Word (.docx) yang rapi, lengkap dengan kop sekolah Anda dan kolom tanda tangan kepala sekolah yang siap dicetak. Anda bahkan bisa menyusun beberapa perencanaan sekaligus menggunakan fitur Batch Generate. Manfaatkan akses gratis penuh Kawan Ajar hingga 31 Oktober 2026 untuk mengembalikan waktu istirahat dan fokus mendampingi murid-murid Anda.
Siap coba menyusun dokumen Anda sendiri?
Daftar gratis