Perencanaan Pembelajaran Mendalam vs RPP: Apa yang Sebenarnya Berubah?
15 Agustus 2026 · 6 menit baca
Setiap kali format dokumen mengajar berubah, reaksi pertama kebanyakan guru sama: harus belajar format baru lagi dari nol. Wajar — RPP sempat berubah ke Modul Ajar, dan sekarang berganti lagi menjadi Perencanaan Pembelajaran Mendalam lewat Permendikdasmen No. 13/2025. Tapi kalau dilihat lebih dekat, yang berubah sebagian besar adalah cara menuliskannya, bukan cara mengajar itu sendiri.
Bukan sekadar ganti nama
RPP dan Modul Ajar cenderung berorientasi pada kelengkapan administratif: identitas mata pelajaran, kompetensi dasar, langkah-langkah kegiatan, dan penilaian — sering ditulis sebagai daftar terpisah yang kurang saling terhubung.
Perencanaan Pembelajaran Mendalam mendorong dokumen yang lebih runtut sebagai satu alur berpikir: dari memahami kondisi siswa, merancang pengalaman belajar yang sesuai, sampai menilai hasilnya secara bermakna — bukan sekadar checklist administratif.
Empat bagian besar yang perlu dipahami
Struktur barunya bisa disederhanakan jadi empat bagian besar: Identifikasi (memahami karakteristik siswa dan kebutuhan belajarnya), Desain Pembelajaran (menentukan tujuan dan strategi), Pengalaman Belajar (kegiatan konkret yang akan dijalani siswa), dan Asesmen (bagaimana capaian belajar diukur).
Urutan ini penting karena setiap bagian saling memengaruhi — tujuan pembelajaran yang jelas akan menentukan kegiatan yang relevan, dan kegiatan yang relevan akan lebih mudah dinilai lewat asesmen yang sesuai.
Yang tetap sama
Yang tidak berubah: guru tetap pemegang keputusan pedagogis. Format baru ini adalah kerangka berpikir, bukan resep kaku yang harus diikuti kata per kata. Konteks kelas, karakteristik siswa, dan kondisi sekolah Anda tetap jadi pertimbangan utama saat menyusun dokumen — bukan sekadar mengisi template.
Bagaimana mulai menyesuaikan
Langkah paling praktis: mulai dari satu topik yang sudah familiar, lalu susun ulang mengikuti alur Identifikasi → Desain Pembelajaran → Pengalaman Belajar → Asesmen. Setelah satu dokumen selesai dengan alur ini, dokumen berikutnya akan jauh lebih cepat karena polanya sudah terbentuk di kepala.
Kalau Anda ingin mempercepat bagian penyusunan kerangka awal, Kawan Ajar menyusun draf keempat bagian ini sekaligus berdasarkan topik dan fase yang Anda pilih — supaya waktu Anda lebih banyak dipakai untuk menyesuaikan isinya dengan kelas Anda, bukan menyusun strukturnya dari nol.
Siap coba menyusun dokumen Anda sendiri?
Daftar gratis